Home•Blog •Pajak

PPh Final 0,5% Kini Tak Berlaku untuk Semua Pelaku UMKM

Dinda Maulia Dewanti 2 menit baca
pph final umkm 0,5%

Jakarta, Wellner Consulting — Artikel ini membahas siapa yang masih dapat memakai PPh Final UMKM 0,5% setelah PP 20/2026. Pemerintah mengubah ketentuan mengenai PPh Final UMKM sebesar 0,5% melalui PP Nomor 20 Tahun 2026. Salah satu perubahan penting adalah pembatasan jenis Wajib Pajak yang dapat memanfaatkan skema pajak final tersebut.

Siapa yang Masih Dapat Memakai PPh Final UMKM 0,5%?

Setelah berlakunya PP 20/2026, PPh Final UMKM 0,5% hanya dapat dimanfaatkan oleh tiga kelompok Wajib Pajak. Pertama, Wajib Pajak Orang Pribadi yang menjalankan kegiatan usaha dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Kedua, Perseroan Perorangan yang memenuhi persyaratan sebagai Wajib Pajak yang berhak menggunakan skema PPh Final UMKM. Ketiga, Koperasi juga masih dapat memanfaatkan tarif PPh Final 0,5% sepanjang memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam PP 20/2026.

Jangka Waktu Pemanfaatan PPh Final UMKM 0,5%

Namun, terdapat perbedaan mengenai jangka waktu pemanfaatannya. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan Perseroan Perorangan, pemanfaatan PPh Final UMKM tidak dibatasi oleh jangka waktu tertentu sebagaimana ketentuan sebelumnya. Sementara itu, Koperasi hanya dapat menggunakan PPh Final UMKM selama maksimal 4 tahun sejak tahun pajak terdaftar. Setelah jangka waktu tersebut berakhir, koperasi harus mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku sesuai status dan kondisi usahanya.

Lalu bagi Wajib Pajak yang telah menggunakan skema PPh Final UMKM sebelum berlakunya PP 20/2026, masih terdapat ketentuan peralihan sehingga pemanfaatannya dapat dilanjutkan sampai batas waktu sebagaimana diatur dalam PP 55/2022.

Untuk PT, misalnya, pemanfaatan PPh Final UMKM dibatasi maksimal 3 tahun pajak sejak tahun pajak terdaftar. Setelah masa pemanfaatan berakhir, Wajib Pajak tidak lagi menggunakan tarif final 0,5% dan harus menghitung pajak berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum Pasal 17 sesuai ketentuan perpajakan.

Pekerjaan Bebas dan PPh Final UMKM 0,5%

Ada satu hal penting yang juga perlu diperhatikan. Penghasilan dari pekerjaan bebas tidak dapat menggunakan PPh Final UMKM 0,5%, meskipun omzetnya masih berada di bawah Rp4,8 miliar.

Pekerjaan bebas antara lain mencakup influencer atau content creator, dokter, pengacara, akuntan, arsitek, konsultan, notaris, penilai, dan profesi sejenis lainnya.

Jadi, jangan hanya melihat jumlah omzet ketika menentukan apakah seseorang dapat menggunakan PPh Final UMKM.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa yang masih dapat memanfaatkan PPh Final UMKM 0,5% setelah PP 20/2026?

Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan kegiatan usaha, perseroan perorangan, dan koperasi, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Apakah ada batas waktu pemanfaatannya?

Untuk Wajib Pajak orang pribadi dan perseroan perorangan tidak dibatasi jangka waktu tertentu. Untuk PT, misalnya, dibatasi maksimal 3 tahun pajak sejak tahun pajak terdaftar bagi yang masih dalam ketentuan peralihan.

Apakah penghasilan dari pekerjaan bebas dapat memakai PPh Final UMKM?

Tidak, meskipun omzetnya masih di bawah Rp4,8 miliar. Pekerjaan bebas antara lain influencer atau content creator, dokter, pengacara, akuntan, arsitek, konsultan, notaris, dan penilai.

Butuh Bantuan Menghitung Pajak UMKM?

Jangan hanya melihat omzet saat menentukan apakah skema PPh Final UMKM masih dapat dipakai. Lihat layanan Jasa Perpajakan kami atau hubungi tim Wellner Consulting. Kami melayani konsultan pajak Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bali.

Informasi resmi lainnya dapat dilihat di situs resmi DJP.

Editor: Mohammad Dody Alfayadh

Reviewer: Dinda Maulia Dewanti