Wellner Consulting — Artikel ini membahas arah kebijakan Menkeu Suahasil dalam menjaga APBN. Setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk menjaga APBN tetap sehat dan kredibel. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar keuangan negara tetap mampu mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu, APBN-nya harus sehat dan kredibel.” Ucap Suahasil Nazara, saat ditemui setelah dilantik menjadi Menteri Keuangan.
Tujuan Utama Kebijakan Menkeu Suahasil
Dalam menjalankan kebijakan fiskal, Menkeu Suahasil akan menggunakan APBN untuk mendukung sejumlah tujuan utama, yaitu:
- Menjaga pertumbuhan ekonomi dengan mendukung aktivitas dan produktivitas perekonomian nasional.
- Membiayai program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
- Menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian dan dinamika perekonomian global.
- Melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi yang dapat memengaruhi daya beli dan aktivitas ekonomi.
- Mendukung pembangunan nasional melalui pengelolaan anggaran yang efektif dan berkelanjutan.
Menkeu Suahasil: APBN sebagai Shock Absorber
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Suahasil menyebut APBN akan tetap berperan sebagai bantalan (shock absorber). Peran tersebut diarahkan untuk membantu menjaga stabilitas perekonomian sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat ketika terjadi gejolak ekonomi.
Dengan arah tersebut, kesehatan dan kredibilitas APBN menjadi bagian penting dalam memastikan kapasitas fiskal tetap dapat mendukung agenda pembangunan dan program prioritas pemerintah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa komitmen Menkeu Suahasil setelah dilantik?
Menjaga APBN tetap sehat dan kredibel agar dapat menjalankan program-program prioritas pemerintah.
Apa peran APBN di tengah ketidakpastian global?
Menurut Suahasil, APBN tetap berperan sebagai bantalan (shock absorber).
Apa tujuan kebijakan fiskal tersebut?
Antara lain menjaga pertumbuhan ekonomi dengan mendukung aktivitas dan produktivitas perekonomian nasional serta membiayai program prioritas pemerintah.
Butuh Pendampingan Pajak Perusahaan?
Konsultasikan kebutuhan perpajakan bisnis Anda dengan tim kami. Lihat layanan Jasa Perpajakan kami atau hubungi tim Wellner Consulting. Kami melayani konsultan pajak Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bali.
Informasi resmi lainnya dapat dilihat di situs resmi DJP.
Editor: Mohammad Dody Alfayadh