Home•Blog •Pajak

4 Menu Coretax Yang Wajib Dicek WP Secara Rutin

Dinda Maulia Dewanti 2 menit baca
menu coretax yang wajib dicek

Wellner Consulting — Berikut menu Coretax yang wajib dicek secara rutin oleh Wajib Pajak. Coretax DJP bukan hanya digunakan untuk melaporkan SPT. Di dalamnya terdapat berbagai menu yang memungkinkan Wajib Pajak (WP) untuk memantau profil, mengecek transaksi, melihat bukti potong, hingga memastikan kewajiban perpajakan.

Sehingga, WP sebaiknya tidak hanya membuka Coretax ketika akan melakukan pelaporan pajak. Pengecekan secara berkala penting dilakukan untuk memastikan seluruh data dan transaksi yang tercatat sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Berikut beberapa menu Coretax yang perlu diperhatikan.

Menu Coretax yang Wajib Dicek: Portal Saya

  1. Cek Profil Wajib PajakMelalui submenu “Profil Saya”, WP dapat melihat data seperti nama, NPWP, alamat utama, dan informasi perpajakan lainnya.
  2. Perubahan DataJika terdapat data yang tidak sesuai, WP dapat mengajukan perubahan data melalui submenu yang tersedia di Coretax.
  3. Pengajuan PermohonanMenu “Portal Saya” juga digunakan untuk mengajukan berbagai permohonan, seperti penetapan nonaktif, pengukuhan PKP, hingga penghapusan NPWP.
  4. Jangan Abaikan ProfilData dalam profil WP dapat berkaitan dengan berbagai proses administrasi perpajakan. Karena itu, pastikan data selalu akurat dan mutakhir.

Menu Coretax yang Wajib Dicek: e-Faktur

  1. Cek Data TransaksiMenu “e-Faktur” dapat diakses WP, termasuk yang belum berstatus PKP, untuk mengecek data transaksi penjualan, pembelian, maupun pemanfaatan jasa.
  2. Cek Faktur Pajak MasukanWP non-PKP dapat mengecek apakah terdapat faktur pajak masukan yang terhubung dengan NIK melalui submenu tersebut.

NOTE:

  • Jika ada faktur yang tidak dikenali, segera konfirmasi ke penerbit atau hubungi kanal resmi DJP/KPP terdekat
  • Cek e-Faktur secara berkala untuk mendeteksi transaksi yang tidak sesuai atau tidak pernah dilakukan

Menu e-Bupot Coretax

  1. Cek Bukti PotongMelalui submenu “Bukti Potong Saya”, WP dapat mengecek bukti pemotongan PPh yang dilakukan oleh pihak lain.

NOTE:

  • Periksa nama, NPWP, penghasilan, dan jumlah PPh yang dipotong agar sesuai dengan kondisi sebenarnya
  • Jika ada Bukti Potong yang Tidak Dikenali, segera hubungi pihak pemotong untuk mengonfirmasi dan menindaklanjuti bukti potong tersebut
  • Lakukan Pengecekan Berkala agar mendeteksi transaksi atau pemotongan pajak yang tidak sesuai

Menu SPT Coretax

  1. Cek Kewajiban SPTWP dapat melihat apakah SPT yang menjadi kewajibannya sudah dilaporkan atau belum.
  2. Lapor SPTWP dapat melaporkan SPT Tahunan maupun SPT lainnya sesuai kewajiban perpajakan.
  3. Cek Riwayat SPTWP dapat melihat SPT yang sudah dibuat dan dilaporkan.

Dengan memahami fungsi setiap menu, WP dapat lebih aktif memantau administrasi perpajakannya sendiri dan segera mengambil tindakan apabila menemukan ketidaksesuaian.

Jadi, sudahkah Anda mengecek data dan kewajiban pajak di Coretax hari ini?

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Coretax perlu dicek secara berkala?

Agar seluruh data dan transaksi yang tercatat sesuai kondisi sebenarnya, tidak hanya saat akan melaporkan pajak.

Menu apa saja yang perlu diperhatikan?

Portal Saya, e-Faktur, e-Bupot, dan SPT.

Bagaimana jika ada faktur atau bukti potong yang tidak dikenali?

Segera konfirmasi ke penerbit faktur atau pihak pemotong, atau hubungi kanal resmi DJP atau KPP terdekat.

Butuh Bantuan Memantau Administrasi Pajak?

Pengecekan berkala membantu Anda menemukan ketidaksesuaian lebih awal. Lihat layanan Jasa Perpajakan kami atau hubungi tim Wellner Consulting. Kami melayani konsultan pajak Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bali.

Informasi resmi lainnya dapat dilihat di situs resmi DJP.

Editor: Mohammad Dody Alfayadh