Jakarta, Wellner Consulting — Artikel ini membahas perpanjangan SPT badan: siapa yang dapat mengajukan dan tahapannya di Coretax. Wajib Pajak badan yang mengalami kendala dalam pelaporan SPT Tahunan PPh Badan, seperti laporan keuangan yang belum final atau proses audit yang masih berjalan, dapat mengajukan perpanjangan waktu pelaporan. Fasilitas ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan jangka waktu maksimal 2 bulan, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (4) Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).
Cara Mengajukan Perpanjangan SPT Badan
Pengajuan perpanjangan dilakukan melalui penyampaian pemberitahuan kepada DJP, baik secara tertulis maupun melalui sistem elektronik seperti Coretax. Dengan fasilitas ini, perusahaan tetap dapat memenuhi kewajiban administrasi perpajakan meskipun dokumen utama belum sepenuhnya selesai.
Tahapan Perpanjangan SPT Badan di Coretax
Dalam sistem Coretax, proses pengajuan perpanjangan SPT Tahunan Badan dilakukan melalui beberapa tahapan.
- Login ke Coretax DJP melalui akun PIC, lalu lakukan impersonate ke Wajib Pajak Badan
- Masuk ke menu Layanan Wajib Pajak → Layanan Administrasi → Buat Permohonan
- Pilih Nomor Penunjukan Kuasa
- Pilih layanan AS.08 – Perpanjangan SPT Tahunan, lalu klik Simpan
- Sistem akan membuat kasus baru, lalu masuk ke menu Alur Kasus
- Pilih formulir Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan PPh Badan (sesuaikan jika menggunakan USD), lalu klik Simpan → Lanjut
- Isi data yang diperlukan pada formulir
- Unggah dokumen pendukung (perhitungan sementara PPh, laporan keuangan sementara, pernyataan akuntan)
- Jika ada pembayaran, pilih data pada bagian NTPN/Pbk
- Jika ada PPh yang harus dibayar, buat kode billing 411618-200 dan lakukan pembayaran
- Centang Pernyataan Wajib Pajak, lalu klik Simpan
- Buat dokumen CTAS dengan klik Create PDF
- Lakukan tanda tangan elektronik (Sign)
- Pastikan status berubah menjadi “Tertanda”, lalu klik Kirim
- Klik Lanjut untuk proses berikutnya
- Cek status persetujuan di menu Daftar Fasilitas:Portal Saya → Profil Saya → Ikhtisar Profil → Fasilitas Aktif
Dokumen Perpanjangan SPT Badan
Adapun dokumen yang perlu disiapkan dalam pengajuan perpanjangan SPT Tahunan Badan meliputi:
- Perhitungan sementara PPh terutang dalam satu tahun pajak yang diperpanjang
- Perhitungan sementara PPh Pasal 26 ayat (4) (khusus BUT)
- Laporan keuangan sementara
- Bukti pembayaran pajak (SSP atau setara) jika terdapat kekurangan bayar
- Surat pernyataan akuntan publik bahwa audit masih berlangsung (jika diaudit)
Dengan memanfaatkan fasilitas perpanjangan ini, perusahaan dapat memastikan bahwa pelaporan SPT Tahunan Badan tetap dilakukan secara tepat waktu, sekaligus menjaga kualitas dan akurasi data yang dilaporkan kepada DJP.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa yang dapat mengajukan perpanjangan SPT Tahunan Badan?
Wajib Pajak badan yang mengalami kendala pelaporan, seperti laporan keuangan yang belum final atau proses audit yang masih berjalan.
Bagaimana cara mengajukannya?
Melalui pemberitahuan kepada DJP secara tertulis atau lewat sistem elektronik seperti Coretax, dengan memilih layanan AS.08 – Perpanjangan SPT Tahunan.
Dokumen apa yang perlu disiapkan?
Antara lain perhitungan sementara PPh terutang dalam satu tahun pajak yang diperpanjang, laporan keuangan sementara, dan bukti pembayaran pajak bila terdapat kekurangan bayar.
Butuh Bantuan Perpanjangan SPT Badan?
Perpanjangan tetap harus diajukan tepat waktu agar pelaporan berjalan sesuai ketentuan. Lihat layanan Jasa Perpajakan kami atau hubungi tim Wellner Consulting. Kami melayani konsultan pajak Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bali.
Informasi resmi lainnya dapat dilihat di situs resmi DJP.
Editor: Mohammad Dody Alfayadh
Reviewer: Dinda Maulia Dewanti